Artikel Terbaru

Ikuti Kami

Tertarik dengan Artikel Kami?

Dapatkan lebih banyak wawasan seputar digitalisasi PAM

Cara Menjaga Air PAM Tetap Jernih di Bak Penampungan

Air di rumah terlihat keruh, berbau, atau berwarna kekuningan meski aliran PAM normal? Jangan langsung mengira penyebabnya berasal dari jaringan distribusi air. Dalam beberapa kasus, kualitas air bisa menurun karena bak penampungan yang jarang dibersihkan sehingga memicu penumpukan endapan dan kotoran.

Ancaman yang Sering Diabaikan

Air PAM yang keluar dari jaringan distribusi sebenarnya sudah melalui proses pengolahan yang ketat. Sebelum sampai ke rumah, air sudah melalui proses filtrasi dan desinfeksi untuk memisahkan kotoran dan membunuh kuman berbahaya. Tapi kualitas air yang sudah baik itu bisa turun drastis begitu masuk ke bak penampungan yang tidak terawat.

Pipa distribusi yang sudah tua bisa menyimpan kotoran dan karat yang ikut mengalir ke dalam rumah. Saat terjadi perbaikan atau kebocoran pipa, kotoran dari luar bisa masuk ke dalam jaringan dan memengaruhi kualitas air yang sampai ke bak penampungan. Ditambah lagi, bak yang jarang dikuras menjadi tempat berkembangnya lumut, jamur, dan endapan yang perlahan mencemari air di dalamnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, air yang tergenang dalam waktu lama merupakan tempat yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur. Telur nyamuk Aedes aegypti bahkan bisa bertahan beberapa bulan dalam kondisi kering dan menetas kembali begitu terkena air. Jadi bak penampungan yang tidak rutin dibersihkan bukan hanya soal air kotor tapi juga risiko Kesehatan bagi seluruh keluarga.

Langkah Mudah Menjaga Air di Bak Penampungan

Kabar baiknya, menjaga kualitas air di bak penampungan tidak memerlukan keahlian khusus. Beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin sudah cukup untuk membuat air tetap bersih dan aman digunakan setiap hari.

1. Kuras dan sikat secara rutin

Lakukan pengurasan secara rutin minimal seminggu sekali untuk menjaga agar air yang tertampung bebas dari endapan yang membuat air menjadi kotor dan tidak sehat. Setelah dikuras, sikat bagian dalam bak terutama pada sela-sela ubin yang rentan ditumbuhi lumut, jamur, dan parasit. Bilas dengan air bersih sebelum mengisi ulang.

2. Selalu tutup bak penampungan

Bak penampungan air harus selalu memiliki penutup dan gunakan gayung bertangkai supaya tangan tidak langsung menyentuh air. Kontak langsung dengan tangan atau benda asing dari luar bisa membawa kontaminan masuk ke dalam air yang sudah bersih.

3. Periksa kondisi bak secara berkala

Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengecek apakah ada kebocoran pada dinding atau dasar bak. Perhatikan tanda-tanda seperti genangan air di sekitar bak atau pertumbuhan lumut yang tidak lazim. Selalu perhatikan kualitas air yang keluar, jika ada perubahan mencurigakan seperti bau atau warna yang tidak biasa, segera cari dan tangani penyebabnya.

4. Gunakan disinfektan jika diperlukan

Bila perlu, gunakan disinfektan seperti klorin atau kaporit dalam dosis yang tepat untuk membunuh kuman dan bakteri, menghilangkan bau tidak sedap, serta mengurangi pertumbuhan lumut. Pastikan dosisnya sesuai, jika terlalu banyak bisa menyebabkan iritasi pada mata, kulit, atau saluran pernapasan.

Pantau Kualitas Air dari Sumbernya

Menjaga kebersihan bak penampungan di rumah adalah langkah yang penting, tapi tidak cukup kalau kualitas air dari jaringan distribusinya sendiri sedang bermasalah. Kalau setelah bak dibersihkan air tetap terlihat keruh atau berbau, bisa jadi masalahnya ada di sumber distribusi yang perlu dilaporkan ke pihak PAM.

Selain menjaga kualitas air tetap bersih, pastikan juga tagihan air dibayar tepat waktu agar aliran air di rumah tetap lancar. Melalui aplikasi PDAM Info, Anda bisa cek tagihan dan bayar langsung dari HP kapan saja tanpa perlu antre. Unduh PDAM Info sekarang untuk memudahkan layanan air di rumah Anda.

Categories

Share

ARTIKEL TERKINI

Temukan Insight Lainnya