Mengapa Pasokan Air Bersih Itu Penting?

Air sering dianggap sebagai sumber daya yang melimpah karena sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air. Planet kita bahkan dijuluki “Blue Planet” karena dominasi air di permukaannya. Namun, kenyataannya tidak semua air di bumi dapat digunakan oleh manusia. Justru, jumlah air bersih yang benar-benar bisa dimanfaatkan sangatlah terbatas. Hal inilah yang membuat pasokan air bersih menjadi isu penting bagi kehidupan manusia saat ini dan di masa depan.

Berapa Banyak Air Bersih di Bumi yang Bisa Digunakan Manusia?

Sekitar 72% permukaan bumi tertutup oleh air. Namun dari seluruh air tersebut, sekitar 97–97,5% merupakan air asin yang terdapat di laut dan samudra sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk kebutuhan manusia seperti minum, memasak, atau sanitasi.

Sisanya, hanya sekitar 2,5–3% yang merupakan air tawar. Namun jumlah ini pun tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara langsung karena sebagian besar tersimpan dalam bentuk es di kutub, gletser, atau berada jauh di dalam tanah. Akibatnya, jumlah air tawar yang benar-benar dapat diakses manusia sangat kecil, yaitu hanya sekitar 0,003% dari seluruh air di bumi yang benar-benar tersedia dan mudah digunakan oleh manusia.

Hal inilah yang membuat pasokan air bersih sebenarnya sangat terbatas, meskipun bumi terlihat penuh dengan air.

Apa Dampak Kurangnya Pasokan Air Bersih Bagi Manusia?

  1. Meningkatnya Risiko Penyakit

Ketika masyarakat terpaksa menggunakan air yang tercemar untuk minum, memasak, atau menjaga kebersihan diri, bakteri, virus, maupun parasit yang terdapat di dalam air dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. 

Di Indonesia sendiri, masalah kualitas air juga masih menjadi tantangan. Menurut UNICEF Indonesia, hampir 70% dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji tercemar limbah tinja. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak sumber air yang belum aman untuk dikonsumsi dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan air, seperti diare dan infeksi saluran pencernaan.

  1. Krisis Kesehatan Global

Keterbatasan akses terhadap air bersih telah menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi jutaan orang di berbagai negara. Tanpa air yang aman, masyarakat lebih rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare, kolera, dan tifus. 

Menurut World Health Organization, air minum yang tidak aman diperkirakan menyebabkan sekitar 505.000 kematian akibat diare setiap tahun di dunia. Selain itu, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses air minum yang dikelola dengan aman, sehingga risiko penyebaran penyakit menjadi lebih tinggi.

  1. Produktivitas Ekonomi Terganggu

Ketersediaan air bersih juga sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika pasokan air terbatas, banyak sektor seperti pertanian, industri, dan usaha kecil mengalami hambatan dalam proses produksi. 

Menurut laporan World Bank, krisis air dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dan berpotensi menurunkan hingga 6% Produk Domestik Bruto (PDB) di beberapa negara pada tahun 2050. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Menurunnya Kualitas Hidup Manusia

Ketika air sulit diperoleh, banyak orang harus menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan air. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit serta mengurangi waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja, belajar, atau melakukan kegiatan produktif lainnya.

Menurut laporan UNICEF dalam Water Under Fire (2019), sekitar 210 juta anak yang tinggal di wilayah terdampak konflik tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, sementara 420 juta anak tidak memiliki fasilitas sanitasi dasar. Kurangnya akses tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan risiko kesehatan, sehingga secara langsung menurunkan kualitas hidup mereka.

  1. Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Air

Air menjadi sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan sehingga ketimpangan akses atau distribusi air dapat menimbulkan persaingan antar individu maupun antar wilayah. Dalam beberapa kondisi, masyarakat harus berebut sumber air yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, dan sanitasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan sumber daya air berpotensi menjadi pemicu konflik karena air merupakan sumber daya strategis yang sangat dibutuhkan manusia. Faktor seperti tingkat kelangkaan air, ketimpangan akses terhadap sumber air, serta keterbatasan sumber alternatif dapat meningkatkan potensi persaingan dalam pemanfaatan air bersih di masyarakat.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Keterbatasan air bersih merupakan masalah yang dapat berdampak besar bagi kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari masyarakat, pemerintah, maupun penyedia layanan air untuk menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan air secara bijak dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak membuang air secara berlebihan, serta memanfaatkan air sesuai kebutuhan.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi langkah penting untuk melindungi sumber air dari pencemaran. Masyarakat dapat berperan dengan tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, danau, maupun sumber air lainnya. Di sisi lain, dukungan terhadap pengelolaan air yang baik melalui sistem distribusi air bersih yang terkelola dengan baik juga sangat diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh akses air yang aman dan berkelanjutan.

Referensi:

Recent Posts

Categories