Sanitasi Air Buruk bisa Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

Banyak orang masih berpikir bahwa stunting hanya soal kurang makan. Menurut Kemenko PMK, sanitasi yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah stunting. Balita yang mendapat akses sanitasi layak memiliki peluang 1,45 – 8,51 kali lebih besar untuk tidak stunting, sementara anak yang hidup di lingkungan dengan sanitasi tidak layak memiliki risiko 40% mengalami stunting. Data tersebut menunjukkan bahwa sanitasi air yang baik memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Apa Hubungan Sanitasi Air dengan Stunting?

Sanitasi air yang buruk menciptakan lingkungan yang mudah memicu infeksi berulang pada anak. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama, dapat mengakibatkan stunting.

Sederhananya, anak yang terus-menerus sakit akibat air tercemar tidak akan mampu menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya, meskipun makanan tersebut bergizi tinggi. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko stunting sebesar 2,5 kali lipat, sementara akses air bersih yang terbatas dapat meningkatkan risiko stunting sebesar 1,8 kali lipat. 

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa balita yang mendapat akses ke sanitasi layak 1,45 hingga 8,51 kali lebih mungkin untuk tidak mengalami stunting. Ini membuktikan betapa besar peran sanitasi air dalam menentukan tumbuh kembang anak.

Kondisi Sanitasi Air di Indonesia

Masalah sanitasi di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah pedesaan yang akses terhadap jamban sehat dan air bersihnya masih terbatas. Kemenkes menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak sanitasi dan higiene yang tidak memadai, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diare, polio, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, sanitasi yang buruk juga dapat menjadi media penularan penyakit dan berdampak lebih luas pada kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih perlu menjadi perhatian bersama agar lingkungan yang sehat dapat terwujud secara berkelanjutan.

Apa yang Perlu Dilakukan?

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen serius dalam menangani masalah ini. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024, pemerintah mendorong percepatan penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah domestik secara lintas sektor. Namun, kesadaran dan tindakan nyata dari masyarakat tetap menjadi kunci utama.

Beberapa hal mendasar yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga antara lain memastikan jamban tidak mencemari sumber air, tidak membuang limbah sembarangan ke sungai atau tanah, menggunakan air minum yang sudah dimasak atau di filter, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dari genangan air.

Sanitasi air yang baik memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya menjaga sanitasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Referensi:

Recent Posts

Categories